Penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah) masih menjadi penyebab kematian tertinggi. Untuk melakukan pencegahan yang tepat, kita harus mengetahui seberapa besar risiko kita terlebih dahulu.
Meskipun banyak kalkulator risiko jantung di internet (seperti Framingham Score), standar tersebut umumnya dibuat berdasarkan populasi Barat. Untuk masyarakat Indonesia, alat ukur yang paling relevan dan akurat adalah Skor Kardiovaskular Jakarta (JAKVAS).
JAKVAS adalah instrumen skrining yang dikembangkan secara khusus berdasarkan studi kohort pada populasi di Indonesia. Alat ini sangat praktis karena dapat memprediksi risiko kejadian penyakit kardiovaskular dalam 10 tahun ke depan menggunakan 7 indikator utama:
- Jenis Kelamin (Pria umumnya memiliki risiko lebih awal).
- Usia.
- Indeks Massa Tubuh (BMI) dengan standar obesitas Asia.
- Tekanan Darah.
- Riwayat Kencing Manis (Diabetes).
- Riwayat Merokok.
- Tingkat Aktivitas Fisik / Olahraga.
Dari perhitungan ketujuh faktor ini, Anda akan masuk ke dalam salah satu dari tiga kategori: Risiko Rendah (<10%), Risiko Sedang (10-20%), atau Risiko Tinggi (>20%).
Tindak Lanjut Medis yang Wajib Dilakukan
Meskipun JAKVAS sangat baik untuk skrining awal mandiri, skor ini harus divalidasi dengan data klinis di dalam tubuh Anda. Jika hasil skor Anda menunjukkan Risiko Sedang atau Tinggi, sangat direkomendasikan untuk segera melakukan pemeriksaan laboratorium Profil Lipid (Kolesterol Lengkap) dan Gula Darah Puasa untuk mengetahui kondisi pembuluh darah Anda secara pasti.
Ketahui Risiko Jantung Anda Sekarang!
Gunakan Kalkulator JAKVAS interaktif kami untuk mendeteksi tingkat risiko Anda dalam 10 tahun ke depan.
Mulai Skrining JAKVAS →Sumber Referensi Medis JAKVAS
- Kusmana, D. (2002). The influence of smoking cessation, regular physical exercise and/or physical activity on survival: A 13 years cohort study of the Indonesian population in Jakarta. Medical Journal of Indonesia, 11(4), 230-41.
- Sawitri, H., & Maulina, N. (2023). Coronary heart disease risk factors among academic workers based on the Jakarta Cardiovascular Score: A cross-sectional study. Narra J, 3(2), e162.